Perbedaan Admin Editor Author Wordpress Membership

06.20
10 – 8 – 2016. Halo Pembaca setia mari kita lanjutkan tulisan sebelumnya yang berjudul Setting BP Magic Wordpress Theme, namun pertama sekali saya ingin menambah beberapa akun lagi agar tampak bagaimana ia terlihat jika membernya sudah ramai. Saat ini sudah tiga akun termasuk administrator (zahira) sekarang saya akan menambahkan enam akun lagi sekaligus saya akan menggunakan beberapa role yang tersisa supaya kita bisa membandingkan antara role yang satu dengan yang lain. Untuk mempelajarinya saya harus mendata akun beserta rolenya :
1.      Zahira ; Administrator                                   
tampilan member aktif
2.      Indra ; Contributor
3.      Ratna ; Author
4.      Sandra ; Editor
5.      Ibrahim ; Subscriber
6.      Elsa ; Contributor
7.      Maya ; Contributor
8.      Endar ; Contributor
9.      SandiN ; Contributor

Berdasarkan data diatas dapat kita pahami ada lima jenis role yaitu : Administrator memiliki posisi tertinggi dalam dunia perwebsitean, satu kelas dibawahnya ada role Editor, kemudian Author, terus Contributor, dan yang terakhir Subscriber. Seorang administrator memiliki kendali penuh atas sebuah website, semua hak akses boleh ia gunakan termasuk menambah dan atau menghapus akun pengguna. Untuk role yang lain mari sama-sama kita cari tahu ^^. Caranya saya coba satu per satu mulai dari akun Sandra sebagai Editor. Dengan akun Sandra (Editor) ini saya akan mengakses halaman dashboard lalu ke post. Ternyata akun Editor (Sandra) bisa mengedit blog posting pengguna lain termasuk blog posting milik Administrator. Tidak hanya itu seorang Editor ternyata juga bisa menghapus blog post ringkasnya semua akses yang ada di menu post bisa ia akses. Di menu Kategori, seorang editor bisa menambah dan merubah kategori tapi tidak bisa menghapusnya, ini salah satu kelemahan editor dibanding administrator.

Di menu tag, editor boleh menambah, merubah, maupun menghapus tag. Di menu media editor juga boleh menambah, merubah, juga menghapus gambar/video secara permanen. Di menu Pages juga demikian editor punya akses penuh untuk menambah, menghapus, serta merubah isi halaman. Di menu comments sang editor juga mempunyai akses penuh termasuk mengapprove, membalas langsung, merubah isi komentar, memasukkannya sebagai spam dan menghapus komentar. Untuk menu profile sepertinya semua role memiliki hak akses yang sama jadi untuk sementara tak perlu dibahas dulu.. di menu tool seorang editor hanya mempunyai akses press this, sedangkan export, import, dan buddypress tidak boleh. Ini kelemahan kedua editor dibanding administrator.
Kesimpulannya seorang editor memiliki hak sebagai berikut :
1.      Post (akses tidak penuh)
2.      Media (akses penuh)
3.      Pages (akses penuh)
4.      Comments (akses penuh)
5.      Profile (akses penuh)
6.      Tools (Akses tidak penuh)
7.      Activity (tidak ada akses)
8.      Groups (tidak ada akses)
9.      Emails (tidak ada akses)
10.  Appeanrance (tidak ada akses)
11.  Plugins (tidak ada akses)
12.  Users (tidak ada akses)
13.  Setting (tidak ada akses)

Selanjutnya akun Ratna akan saya pakai sekali lagi untuk mengetahui hak akses role Author. Setelah masuk ke dashboard/posts Ratna sang author hanya bisa merubah dan menghapus blog postnya sendiri, sedangkan blog post pengguna lain author tidak punya akses. Author juga tidak ada akses untuk membuat tag & kategori baru. Di menu media hanya bisa merubah dan menghapus gambar/video miliknya sendiri. Di menu pages author tidak memiliki akses sama sekali. Di menu comments author hanya bisa melihat komentar tanpa bisa mengapprove, merubah apalagi menghapus komentar termasuk komentarnya sendiri. Di menu Profile sama seperti Editor, author juga memiliki hak akses penuh pada menu ini. Lanjut ke menu Tool juga sama halnya dengan Editor, author juga hanya bisa mengakses tool Presh This tidak lebih. Kesimpulannya hak akses author sbb :
1.      Posts (Hanya bisa merubah dan menghapus blog post sendiri)
2.      Comments (Hanya boleh melihat komentar)
3.      Profile (Akses Penuh)
4.      Tools (Tool yang tersedia hanya Press This)
5.      Menu yang lain tidak ada akses

Lanjut lagi saya akan menggunakan akun Indra lagi untuk mengetes hak akses apa saja yang diberikan kepada Contributor. Seorang Contributor boleh membuat blog post baru tapi tidak bisa langsung dipublikasikan. Kata lainnya setiap contributor membuat blog posting baru statusnya pending menunggu konfirmasi dari administrator atau oleh editor. Seorang contributor juga tidak bisa merubah atau menghapus blog post termasuk blog post miliknya. Di menu comments sama seperti author, contributor juga tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya melihatnya saja. Di menu Profile contributor memiliki hak akses penuh. Di menu Tool sama seperti editor dan author, contributor juga hanya bisa mengakses tool Press This. Jadi kesimpulannya adalah
1.      Posts ( Hanya boleh membuat blog post baru, itupun harus direview dulu oleh administrator dan atau editor)
2.      Comments (Hanya bisa melihat komentar)
3.      Profile (Akses penuh)
4.      Tools (Tool yang tersedia hanya Press This)
5.      Menu yang lain di lock (hidden)

Terakhir saya akan mengetest kelas membership yang paling rendah bukan dimata masyarakat tapi di dunia perwebsitean (awas jangan sampai ngomong setan). Untuk mengetest role subscriber saya akan menggunakan akun Ibrahim. Setelah masuk ke dashboard wordpress ternyata hanya menu Profile yang tersedia selebihnya Ibrahim (Subscriber) tidak punya akses apa-apa.
Rekomendasi : Jika anda ingin member situs anda ikut berpartisipasi menyumbangkan tulisan, saya menyarankan untuk setiap member yang bergabung diberi role Author. Caranya masuk ke dashboard – setting – general – new user default role – pilih Author.
cara setting wordpress membership level

Karena website yang akan saya bangun ini adalah website keanggotaan maka penting rasanya saya membahas 4 role keanggotaan diatas agar saya lebih memahami dan bisa memberikan role yang tepat pada setiap anggota yang telah menjadi member situs lucu.GA. mudah-mudahan pembaca yang setia mengikuti artikel ini juga dapat ilmu yang lebih banyak amin.
Oke sekarang saya akan membahas pr yang belum selesai pada artikel sebelumnya dan sebelumnya lagi.
1.      Logo dipojok kiri atas tidak tampil
2.      Icon dipojok kiri paling atas (sejajar title) tidak tampil, yang tampil justru icon BP
3.      Gambar di posting tidak tampil dihalaman home page
4.      Link notification perlu dirubah ?

Saya sengaja memberikan tanda Tanya pada point 4 karena saya sebenarnya ragu apakah memang perlu dirubah atau biarkan saja begitu. Untuk PR no. 3 saya sudah menemukan solusinya. Caranya untuk artikel yang sudah dibuat, buka artikel tersebut tambahkan gambar jika belum ada gambar lalu di bagian paling bawah sebelah kanan klik Set Featured Image. Pilih gambar yang baru ditambahkan lalu update artikel. Sekarang gambar sudah tampil di halaman home page.
cara menampilkan gambar posting di halaman depan wordpress

Poin satu sama poin dua masih gelap euy, mudah-mudah solusinya ketemu di artikel selanjutnya ya. Oke deh sampai ketemu lagi dan terima kasih sudah membaca dari awal sampai akhir ^^. Bye



Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔